Atma Wedana — Nyekah & Memukur
Upacara penyucian lanjutan tingkat tinggi pasca Ngaben untuk melepaskan Sang Atma dari keterikatan duniawi menuju tingkatan Dewa Hyang di alam suci.

Pengertian & Makna Upacara
Nyekah dan Memukur adalah kewajiban suci anak keturunan (sentana) untuk menyempurnakan kesucian roh leluhur, sehingga arwah leluhur dapat bersatu dengan Ida Sang Hyang Widhi dan senantiasa memberkahi keluarga.
Kapan Upacara Ini Dilaksanakan?
Dilaksanakan beberapa waktu setelah upacara ngaben selesai, mengikuti petunjuk sastra dan kesiapan keluarga.
Pilihan Tingkatan / Ayaban
Ayaban Pulogembal, Nyegara Gunung, Wali, Ngelinggihin, Gong
Ayaban Pulogembal Bebangkit, Bukur, Nyegara Gunung, Wali, Ngelinggihin, Gong
Sarana Banten & Pemuput
- ✓Banten Ayaban Pulogembal / Bebangkit tertib sastra
- ✓Bukur / sarana simbolis penyucian
- ✓Pentas wayang wali, tetabuhan gong, dan prosesi nyegara gunung
Sarana Persembahyangan
- •Daftar nama leluhur yang disucikan
- •Pejati dari merajan keluarga
- •Pakaian adat sembahyang bernuansa putih kuning
Pertanyaan Seputar Pelayanan
Apa perbedaan pokok antara Nyekah dan Memukur?
Keduanya merupakan tahapan Atma Wedana, di mana Memukur umumnya menggunakan sarana Bukur dan rangkaian upakara yang lebih agung sesuai tradisi keluarga.
Atma Wedana — Nyekah & Memukur
Informasi jadwal, perhitungan hari baik, dan rincian banten dapat dibicarakan langsung dengan pengurus.